strategi digital marketing tiktok

5 Alasan Kenapa Wajib Menerapkan Strategi Digital Marketing dengan TikTok

Strategi Digital Marketing dengan Tiktok – Perkembangan TikTok menjadi platform yang kian populer di kalangan masyarakat dunia. Menurut riset Sensor Tower di tahun 2020 lalu, Indonesia bahkan menjadi negara pengunduh TikTok paling banyak nomor dua. Sampai sekarang, TikTok bisa dibilang meroket menjadi salah satu aplikasi favorit dan hampir menyusul aplikasi sosial media yang lebih dulu populer seperti Facebook dan Instagram. 

Tidak hanya digandrungi oleh penggunanya, aplikasi TikTok juga semakin dilirik oleh pelaku bisnis hingga perusahaan sebagai sebagai media pemasaran digital. Meskipun, tak sedikit pengiklan, termasuk para pemilik brand masih menganggap TikTok bukan platform yang cocok untuk mengiklankan produk karena merasa tidak sesuai dengan target audiens mereka. Tapi, apakah hal tersebut benar? Mari Kita bahas beberapa alasan kenapa TikTok harus menjadi platform yang wajib digunakan untuk menjalankan strategi digital marketing dari brand.

Berikut 5 Alasan Kenapa Wajib Menerapkan Strategi Digital Marketing dengan TikTok!

1. TikTok Bisa Menjangkau Jutaan Audiens yang Beragam

Dari data Juli 2020, pengguna TikTok Indonesia menyentuh angka 30,7 juta dan angka ini akan terus meningkat. Hal ini tentunya merupakan peluang baru bagi para pengiklan untuk bisa menjangkau audiens yang besar melalui platform tersebut. 

Selain itu, pengguna TikTok memiliki karakteristik yang unik dan sedikit berbeda dengan platform sosial media lainnya. Dari konten lawakan ringan sampai berbagi ilmu lewat DIY bisa Anda temukan di TikTok. 

Jika brand atau produk Anda menyasar target millennials dan Gen Z, TikTok wajib masuk list strategi digital marketing Anda. Sebagian besar content creator di TikTok datang dari Gen Z. Menurut data November 2020, seperti dilansir omnicoreagency.com, 41% pengguna TikTok berusia 16-24 tahun. 

Namun bagaimana kalau brand Anda tidak menyasar target Gen Z? Dari data diatas, sebanyak 59% pengguna TikTok dikuasai oleh pengguna yang berusia 25 tahun keatas, dimana rentang usia tersebut merupakan gabungan dari usia Milenial, Gen X, dan bahkan generasi Baby Boomer. Angka ini menjadi peluang besar bagi brand untuk menyasar target audiens di luar Gen Z. 

2. Mudah Membuat Campaign yang Menarik dengan Harga Terjangkau 

TikTok memberikan banyak kemudahan bagi user, termasuk bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk mengiklankan usaha mereka lewat program TikTok for Business self serve. Pengiklan bisa bergabung dalam Komunitas TikTok dan menggunakan serangkaian tools yang sangat membantu dalam membuat campaign seperti, Creative Tools, yang dilengkapi dengan Video Creation Kit, Smart Video Soundtrack, dan TikTok Adstudio

TikTok for Business memudahkan perusahaan dari berbagai level dan kategori untuk menyesuaikan pengeluaran iklan mereka kapan saja lewat Flexible budgets. Sama halnya dengan Facebook, pengiklan juga bisa mengoperasikan Business Account mereka sendiri, sehingga mereka bisa menganalisa performa bisnis terhadap audiens yang mereka target. 

3. TikTok Mampu Meningkatkan Brand Exposure

Siapapun bisa berpartisipasi dalam menciptakan tren di TikTok. Tidak terbatas pada influencers terkenal, semua orang bisa membuat video yang viral dan muncul di FYP (For Your Page), termasuk brand! Lantas, konten seperti apa yang bisa meningkatkan exposure dan berpotensi viral bagi brand? 

Anda bisa memulai dengan memperbanyak jumlah unggahan konten di akun TikTok And. Jangan lupa untuk membuat plan secara berkala dan terus konsisten. Untuk tema, mulailah dengan mengangkat cerita sehari-hari dengan tetap menonjolkan produk Anda agar tidak terkesan terlalu hardselling. Anda juga bisa memulai dengan cerita yang relevan dengan audiens serta selalu update dengan tren yang ada. Jika hal ini secara konsisten dilakukan, Anda akan memiliki kesempatan besar untuk terus muncul di timeline pengguna lain dan terus berantai sehingga viral atau FYP. 

4. TikTok Platform Paling Engaging  

Interaksi antarpengguna (engagement) dalam aplikasi TikTok lebih tinggi dibandingkan dengan Facebook dan Instagram. Rata-rata engagement rate di TikTok adalah 29%. Keberagaman tema dan kreativitas konten di platform TikTok menarik perhatian penggunanya untuk  berinteraksi lewat likes, comment, share, dan fyp (for your page). 

Interaksi adalah bagian penting untuk membangun kepercayaan konsumen dan mengenalkan brand. TikTok adalah salah satu platform yang menjanjikan untuk membangun hubungan antara brand dan konsumen. Brand atau pengiklan bisa memanfaatkan fitur di TikTok Ads seperti hastag challenge, trending dance, trending sound, dan duet untuk meningkatkan interaksi kepada target audiens. 

5. TikTok Efektif untuk Mempromosikan Video Marketing Brand

Fokus pada konten video dengan komposisi fullscreen di layar pengguna membuat TikTok menjadi aplikasi paling efektif untuk mempromosikan campaign Brand Anda. Video iklan di TikTok juga dirancang lebih menarik perhatian audiens dengan sistem auto on pada audio. Hal ini berbeda dengan Facebook dan Instagram dimana pengiklan bisa menggunakan materi gambar statis dan video. Selain itu rata-rata pengguna di Facebook dan Instagram cenderung tidak menyalakan suara saat melihat iklan di platform mereka. Jika ingin membuat konten agar bisa FYP di TikTok, Anda bisa memulai dengan menggunakan sound dan hashtag yang sedang tren di TikTok. 

Sudah Siap Menerapkan Strategi Digital Marketing dengan TikTok?

Bagaimana, apakah Anda sudah tertarik untuk menerapkan strategi digital marketing dengan TikTok? Setelah membaca artikel ini, apakah Anda sudah semakin yakin menggunakan TikTok untuk menjadi salah satu platform optimasi digital marketing Anda? Hubungi Kami untuk konsultasi lebih lanjut. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top